Posted by: sujanayogi | 1 February 2010

3D Laser Scanner

3d Laser Scaner

Pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana mengukur dan menggambar ulang sebuah patung dengan bentuknya yang tidak beraturan? Atau mengukur dan menggambar ulang sebuah platform kilang minyak lepas pantai secara terperinci dengan semua kerumitan jalinan pipanya? Atau mengukur sebuah struktur tower dengan ketinggian 200m tanpa harus memanjat? Tentunya alat ukur standar seperti meteran, jangka sorong, micrometer atau bahkan CMM (Coordinate Measuring Machine) sekalipun tentunya tidak mencukupi untuk bisa mengukur obyek dengan kondisi-kondisi seperti di atas.

Namun sekarang sudah ada perangkat yang bisa menjawab semua kesulitan di atas. Namanya 3d Laser Scanner. Sesuai dengan namanya, alat ini berfungsi untuk memindai suatu obyek 3 dimensi (dari jarak jauh tentunya, tanpa harus menyentuh obyek), mengkonversikannya ke dalam bentuk gambar CAD, untuk kemudian diolah lebih lanjut menggunakan software yang khusus dibuat oleh pembuat alat Laser Scanner tersebut. Seiring dengan perkembangan alat tersebut, software untuk mengolah data mentah dari alat tersebut pun ikut berkembang, tidak harus menggunakan software khusus bawaan alat, tapi sudah bisa menggunakan software-software CAD lain yang sudah populer, seperti misalnya AutoCAD, Solidworx, CATIA, dan lain-lain, cukup dengan menambahkan tool plugin khsus yang dibuat oleh pembuat Laser Scanner atau pembuat software CAD populer tadi.

Contoh perangkat 3D Laser Scanner yang banyak digunakan

Data mentah yang dihasilkan oleh 3d Laser Scanner berupa kumpulan titik-titik yang disebut dengan pointcloud. Pointcloud ini mewakili bentuk surface dari sebuah obyek dengan kerapatan antara titik yang kita atur sesuai dengan kebutuhan. Setiap titik dari masing-masing pointcloud tersebut memiliki identitas koordinat X,Y dan Z, diukur dari titik berdiri alat 3D Laser Scanner.

Prinsip kerja 3D Laser Scanner memanfaatkan sinar laser yang ditembakkan ke arah obyek, untuk kemudian pantulan sinar laser tersebut ditangkap kembali oleh alat Laser Scanner dan direkam ke dalam perangkat komputer (laptop) yang telah dilengkapi software khusus. Konsep ini mirip dengan prinsip kerja sonar, bedanya sonar menembakkan gelombang suara alih-alih sinar laser. Laser yang ditembakkan tidaklah kontinyu, melainkan titik per titik (maka dari itu hasilnya pun berupa titik – point cloud), namun dengan kecepatan yang cukup tinggi, bervariasi antara ratusan hingga ribuan titik bisa direkam dalam satu detik, tergantung dari jenis dan merk alat 3d Laser Scanner yang digunakan.

Untuk aplikasi apa sajakah alat ini?

Pada perkembangannya, alat ini telah terbukti dapat diaplikasikan pada banyak bidang;

  1. Oil & Gas. Pengukuran instalasi pengeboran minyak banyak dilakukan dengan bantuan 3d Laser Scanner. Tidak sedikit penanggungjawab platform yang tidak memiliki gambar terkini dari kilang tersebut. Sementara untuk keperluan development atau modifikasi mereka perlu gambar terkini, dan tidak mungkin mengukur instalasi pipa tersebut secara  manual, akan sangat menyita waktu. 3d Laser Scanning dapat menjadi pilihan untuk pekerjaan ini (maaf, promosi.. :)).
Gambar di atas adalah foto dari salah satu pabrik pengeboran minyak yang berlokasi di Indonesia (ada yang kenal?).
Gambar di atas adalah gambar kumpulan titik (pointcloud) hasil dari pemindaian 3d  Laser scanner. Titik-titik tersebut masing-masing memiliki koordinat (X, Y dan Z), sehingga dapat diolah lebih lanjut.
Gambar di atas adalah gambar CAD hasil pemodelan dengan menggunakan software Cyclone, yaitu software bawaan dari alat. Gambar ini bisa di export ke berbagai format gambar CAD, agar mudah di akses oleh program CAD lain.

2. Arsitektural. Alat ini sangat cocok untuk memindai bangunan arsitektural termasuk heritage.

Foto di atas adalah foto salah satu rumah di daerah Batununggal Bandung. Kepada pemilik rumah, mohon maaf saya gambar ulang rumahnya tanpa izin..🙂
Gambar di atas adalah pointcloud hasil pemindaian. Area-area yang hitam seperti bayangan yang nampak di antara pointcloud adalah area scan yang terhalang obyek, karena Laser Scanner tidak dapat mencapai dan memindai obyek yang terhalang. Obyek yang bisa mem-blok tembakan laser tidak hanya benda padat, tapi juga benda-benda seperti asap tebal, kabut tebal, tetesan air hujan, itu semua akan menghalangi obyek yang ada dibelakangnya.
Gambar ini adalah hasil pemodelan (3d solid) menggunakan software AutoCAD dengan pointcloud tadi sebagai acuan gambar.
Ini adalah image hasil render gambar AutoCAD tadi menggunakan software Naviswork (kapan punya rumah seperti ini..).

3. Sipil. Pemindaian jembatan atau jalan layang akan sangat terbantu dengan penggunaan alat ini. Akurasi hasil pengukuran untuk keperluan ini akan dapat diakomodasi oleh alat dengan baik.

Ini jembatan di luar negri (bukan saya yang membuat gambarnya :)). Pada gambar ini terlihat jelas tahapan proses dari penggunaan 3d Laser Scanner.Gambar paling kiri menunjukkan foto dari jembatan, sementara gambar sebelah kanannya menunjukkan gambar pointcloud, gambar ketiga dan ke empat merupakan final output yang berupa gambar CAD 2D dan 3D.

4. Bentuk-bentuk tidak beraturan / irregular shape. Contohnya patung / statue, 3d Laser Scanner dapat merekam bentuk geometri dari patung tesebut secara 3 dimensi. Fungsi gambar CAD untuk benda seperti ini adalah untuk keperluan replikasi, misalnya replikasi obyek-obyek langka dan kritis, misalnya fosil tulang binatang langka. Dengan alat ini, bentuk geometri fosil dapat dipindai dengan akurat dan di rekam dalam software CAD untuk keperluan dokumentasi, analisa (berdasarkan bentuk dan ukuran), dan replikasi itu tadi. Dengan bahan berupa model CAD, tentu tidak ada kesulitan jika kita hendak membuat replikasi berskala, hanya perlu mengubah skala pada gambar CAD-nya saja🙂.

Ini adalah foto tulang fosil salah satu dinosaurus yang menjadi pemeran utama dalam film Jurrasic Park (sepertinya tidak asing nih, di mana ya?)
Inilah pointcloud hasil pemindaiannya
Pemodelan 3d CAD menggunakan software Geomagic. Format geometrinya berupa mesh. Bisa di konvert ke berbagai format gambar agar bisa diakses di banyak software lain.

5. Penghitungan volume stock pile. Contohnya penghitungan volume untuk tumpukan pasir. Dengan 3d Laser Scanner, pekerjaan ini akan dapat dilakukan dengan sangat cepat dan akurat.

Mengambil contoh tumpukan pasir di salah satu pabrik semen di Indonesia.  Dengan skala yang lebih besar, tidak ada bedanya dengan perbukitan tambang
Dibutuhkan 3-4  titik berdiri alat untuk bisa memindai keseluruhan bentuk dari stock pile ini. Dengan waktu pindai sekitar 30 menit per titik, maka dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk memindai area sebesar 30X60 m ini.
Dengan software Cyclone, pointcloud di konvert ke dalam bentuk mesh, hingga secara visual dapat mewakili bentuk stock pile yang sebenarnya dengan cukup baik.  Dari bentuk mesh inilah kita sudah bisa menghitung besaran volume dari tumpakan pasir ini. Penghitungan volume ini bisa juga dilakukan menggunakan software AutoCAD Land Desktop, dengan data pointcloud atau mesh tadi.

6. Otomotif. Di luar dugaan, permintaan penggunaan 3D Laser Scanner untuk industri otomotif ternyata cukup tinggi. Terutama untuk mengukur dan memodel ulang obyek produksi lama yang sudah tidak terlacak lagi gambar aslinya

Foto dari salah satu Tank yang dimiliki negara kita. Jenis dan lokasi dirahasiakan :):)
Pointcloud hasil pemindaian. Diakses menggunakan software Solidworks.
3D model solid menggunakan software SolidWorks. Solidworks bisa mengakses pointcloud dengan mengaktifkan menu Scan to 3D.

7. Dan Lain-lain

Masih sangat banyak aplikasi dari penggunaan 3d Laser Scanner, dan seiring dengan perkembangan teknologinya, dipastikan aplikasi penggunaannya akan semakin beragam.
Berapa jauh jangkauan pindai alat ini?
Jangkauan maksimum dari 3d Laser Scanner bervariasi mulai dari radius 200m hingga radius 6km, tergantung jenis dan merk alat.
Berapa akurasi yang bisa dihasilkan oleh 3d Laser Scanning?
Bervariasi antara 3mm hingga puluhan/ratusan mikron, juga tergantung merk dan jenisnya (dan tentunya juga harganya :)).
Bagaimana design dalam alat tersebut hingga menghasilkan laser yang pantulannya bisa direkam?
Untuk pertanyaan ini saya tidak tahu jawabannya🙂 maaf… Saya hanya tahu menggunakan alatnya saja, tidak pernah bongkar isinya dan memperdalam teori lasernya…
Adakah alat ini di Indonesia?
Ada. Sudah ada beberapa perusahaan di Indonesia yang memiliki alat ini, di antaranya PT Geoindo Girijaya Bandung (tapi perusahaan ini hanya menjual jasa 3d Laser Scanner untuk perusahaan yang cukup besar, tidak melayani perorangan). Kemudian alat ini juga (katanya) di miliki POLMAN Bandung, maaf kalau salah. Dan mungkin juga ada perusahaan-perusahaan lain yang memilikinya, tinggal cari di Google🙂. Pihak perorangan saya kira sampai sekarang masih belum ada yang memilikinya karena harganya yang masih sangat mahal🙂.

Responses

  1. Halo gi,
    Kumaha kabarna? hebring euy punya spesial blog. Aya jo teu? kabar2 atuh.

    Supri ex. geoindo

    • Halo juga, alhamdulillah pangestu.
      Gimana kabar di sana aman? Job mah banyak, lihat di kompas sabtu minggu🙂
      Kerja di mana sekarang?

  2. Menurut pak yogi kalau usaha jasa 3d scanning di indonesia ada permintaannya ga ya? Kira-kira alat 3d yang kisaran harga berapa yang paling ideal ..

    terima kasih

    • Di atas kertas potensi pasar untuk jasa ini sangat besar, bisa mengakomodasi berbagai disiplin, tapi memang kenyataan sekarang belum sampai ke sana, masih eksklusif, mayoritas terbatas pada proses pemindaian plant / kilang minyak/gas, kemungkinan karena harga yang ditawarkan dari jasa ini masih sangat mahal, dan hanya perusahaan besar yang sanggup membayar jasa ini. Yang sekarang dibutuhkan untuk mengembangkan jasa ini sebetulnya kreatifitas marketingnya, bagaimana mengaplikasikan alat ini untuk keperluan sektor-sektor non industri dengan harga murah.
      Harga bisa ditekan karena biaya yang tinggi hanya muncul sekali ketika pangadaan alat, sementara biaya operational sangat minim, karena tidak menggunakan bahan / material (paling biaya mobilisasi yang cukup tinggi). Memang berdampak pada waktu BEP, tapi dengan tingkat produktifitas yang tinggi (=orderan banyak) BEP bisa optimal.
      Saya pernah melakukan demo di Museum Geologi Bandung dan memindai objek-objek di dalamnya, terutama fosil T-Rex-nya, dan bertukar pikiran dengan para senior di sana tentang apa yang bisa dilakukan 3D Laser Scanning di sektor mereka. Muncul beberapa ide kreatif, seperti :
      1. Membuat miniatur Fosil T-Rex dengan berbagai skala (akurasi tinggi, sesuai aslinya di Museum Geologi)
      Hiasan kepala binatang buruan sudah biasa, sekarang nyarinya semakin susah, kalau ada fosil dinosurus setinggi 1 meter (skala 1:4) di ruang tamu kita apa ngga keren? Dengan akurasi tinggi, resmi keluaran dinas Geologi, dengan berbagai informasi yang menarik di bawahnya….

      2. Membuat replika alam (yang bersifat geologis dan menuntuk akurasi). Misalnya membuat gua lengkap dengan stalagmit dan stalagtit dan objek-objek lainnya, meniru 1:1 dari gua bersejarah yang ada di pelosok Indonesia yang sulit terjamah oleh publik, cukup mengunjungi Museum Geologi bisa menapakkan kaki di gua tiruan dan merasakan suasana yang mirip aslinya…. keren kan?

      Ide-ide tersebut di atas sangat kreatif, dan alat 3D Laser scanning bisa membantu sampai tahap memindahkan objek asli ke dalam bentuk gambar 3D. Yang menjadi masalah adalah proses pembuatan miniatur/replika-nya yang membutuhkan kreatifitas tinggi untuk bisa di buat dengan biaya rendah.
      Saya kira itu yang menjadi tantangannya sekarang.

      Untuk harga sangat bervariasi, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, mulai dari harga 300jt sampai 1,7M, tergantung kebutuhan. Akan lebih baik jika kita sudah bisa menentukan scope of work pekerjaan kita terlebih dahulu, baru kemudian memilih alat yang akan kita beli, mirip kita beli HP/laptop lah🙂

      Semoga membantu… terimakasih sudah mampir

      • terima kasih atas sharing wawasannya pak yogi. sangat membantu untuk mempertimbangkan usaha 3d scanning.

  3. mantafffhhhhh…….. top markotop dah..

  4. 3d laser scanner? TOP. btw mas yogi pernah tau photomodeller? software itu katanya bisa nye-can 3D juga pake camera digital, betulkah?

    • Photomodeler saya pernah dengar. Betul Gan, software tersebut bisa men-generate object 3 dimensi hanya berbekal dari foto jepretan kamera digital. Kehebatan dari software itu adalah keberhasilannya dalam menentukan ukuran riil suatu obyek yang terekam dalam foto dimana ukuran obyek dalam foto kan sudah terskalakan.
      Bagaimana cara mendapatkan ukuran dimensi ke 3-nya? Dengan cara mengambil foto obyek dari beberapa sudut pandang yang meng-cover/meliputi keseluruhan bentuk obyek tersebut, yang membuat software tersebut bisa menentukan ukuran obyek dalam 3 dimensi : panjang, lebar dan tinggi, dan otomatis meng-konvert obyek dalam foto tersebut menjadi obyek 3d digital yang bisa di-export dan di akses ke berbagai software CAD (misalnya AutoCAD).
      Kelebihan dari Photomodeler adalah kita bisa menggunakan kamera digital kita sendiri tanpa harus membeli kamera bawaan photomodeler. Benar mereka pun menjual kamera digital yang direkomendasikan bisa bekerja secara optimal dengan sotwarenya, tapi mereka pun menyatakan bahwa kamera jenis terbaru merk apapun (diutamakan yang bertipe SLR/lensa tunggal) bisa digunakan dengan hasil yang baik.
      Harga softwarenya murah kok, hanya sekitar 1500US$, belum tau kalo udah nyampe Indonesia jadi brp harganya…

      Saya belum pernah nyoba software ini jadi ngga berani buat ulasan yang rinci (yang saya sangat penasaran, akurasi dari hasil konversinya berapa?)

      Software yang lain yang sama-sama bisa mengkonversi foto menjadi obyek 3d digital adalah Flexscan, cuma saja flexscan membutuhkan proyektor khusus dalam proses pengambilan fotonya.

      Demikian semoga membantu. Terimakasih sudah mampir🙂

  5. harganya sampai kisaran berapa 3D Scanner itu pak? maaf hanya pengen tahu saja, kayaknya saya juga pasti ga mampu belinya…

    • Sama, saya juga ngga mampu kok, bos saya yang mampu🙂
      Kisaran harganya sangat bervariasi, tapi untuk keperluan aplikasi seperti artikel di atas, gambarannya sebagai berikut:
      Produk baru : 750jt – 1.5M
      Produk seken (kondisi bagus): 300jt – 500jt

      Produk-produk di atas mewakili beberapa merk :Leica, Faro, Cyra, dll
      Alat dengan harga di luar range di atas pun ada (lebih murah ataupun lebih mahal), dengan spek yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda

      Terimakasih sudah mampir

  6. Setelah liat-liat 3d scanner saya putuskan untuk mencoba. Dan saya beli yang entry level 3d scanner yaitu nextengine 3d scanner.

    Setelah coba2 ternyata saya harus banyak belajar 3d software applikasi karena saya awam 3d sebenarnya hanya tertarik saja sama konsep 3d.

    Sekarang saya mau jual nextengine 3d scanner nya, siapa tau ada pihak yang bisa mendapatkan manfaat lebih kebanding saya. Harganya special .. harga retailnya bisa search di google.

    Pak yogi kalau ada tau yang sedang cari 3d scanner bole di infokan.

    Terima kasih.

    • Betul pak Sam, memang proses setelah pemindaian cukup panjang sebelum obyek bisa benar-benar dimanfaatkan secara umum. Pelatihan untuk proses pengolahan data dari scanner memerlukan waktu yang cukup lama, saya pribadi memerlukan waktu intensif 1 bulan untuk pelatihan off the job dan beberapa bulan lagi untuk pelatihan on the jobnya. Rata-rata waktu yang dibutuhkan memang segitu. Kalau pak Sam punya pasar, banyak kok yang bisa bantu untuk proses pengolahan datanya (salah satunya saya, heheh)

      • kalau ada yang bisa mengkomersilkan 3d scanner saya (nextengine 3d scanner) ga keberatan juga si bagi hasil ..

        untuk masalah pasar saya kurang paham jg , mungkin dengan adanya 3d printer , 3d scanner bisa digunakan untuk mereplika barang antik kemudian dijadikan souvenir.

        di youtube ada negara yang menggunakan 3d scannernya Xbox (Kinect) dan langsung membuat 3d print untuk souvenir.

    • Pak Sam,

      Saya tertarik untuk bisa bekerjasama terkait dgn nextengine yg sudah bapak invest. Dimana saya bisa menghubungi bapak ?

      Pak Yogi,

      Apakah ada info perusahaan di Jakarta yg menyediakan jasa scanning yg arahnya lebih untuk scanning mechanical part dan consumer product ?

      Mohon infonya…

      Terima kasih…

      nurkholish at gmail dot com

      • Pak Nurcholis, di Jakarta saya belum punya infonya, kalau boleh tahu bisa dishare perincian pekerjaan nya (kesempatan bagi saya untuk ikut mendalami bidang scanning consumer product ini),
        misalnya :
        1. Seberapa tinggi kepresisian ukuran yang diperlukan
        2. Tujuan penggunaan proses scanning
        3. Format gambar yang diperlukan
        4. Contoh-contoh produk yang akan di-scan
        5. Info-info terkait lainnya

        Terimakasih

  7. saat ini saya jg telah menggunakan 3d lase scanner yg di setup secara manual, untuk kepentingan motion graphics. kebetulan profesi saya sebagai 3d artis. Terpikir jg untuk menggunakannya ke dalam industri manufaktur tapi kira2 kemana ya nawarinnya…

    zia ul haq
    zea_ulhaq@yahoo.com

    • Wah, menarik tuh, laser scanner untuk motion graphic, boleh di share perincian pekerjaannya seperti apa? Kalau untuk masuk ke pasar manufaktur memang disitu tantangannya pak, belum ada yang betul-betul berhasil. Yang saya tahu, POLMAN punya divisi khusus yang melakukan pekerjaan reverse engineering, yaitu mengukur dan menggambar ulang spare part mesin misalnya, untuk kemudian dibuat lagi duplikatnya.
      Terimakasih sudah mampir, ditunggu sharingnya

    • menarik, pak zia ul haq dan pak Yogi, saya usaha bergerak di bidang oil n gas, juga services untuk product 3D modelling dan animasi, saya sangat butuh kerjasama untuk penggunaan 3d laser scanner ini, sementara saya saat ini masih pakai foto manual saya convert dng software tertentu untuk menghasilkan 3D modeling termasuk animasinya, mohon info bisa menghubungi siapa…tks

      amin_jakarta
      nasa.jkt@gmail.com

  8. Pak Yogi, saya kok pernah lihat gambar tenk itu dimana ya…???

    • Kayaknya pak Budi lihat dikomputernya pak Budi sendiri pak, kan saya ngambil dari situ..heheh…

  9. Kang Yogi,
    Kalo menurut saya, kalo kita beruntung mendapatkan project kita bisa membuat ROI dalam satu proyek laser scanning.
    Saya pernah nanya ke perusahaan surveyor untuk membuat as built model yang tidak inteligent dengan menggunakan laser scanner, satu platform besar atau FPSO budgetary costnya adalah US$ 200K, kalau itu dibagi buat PMT dan client cost US$ 50K, berarti masih ada US$150K untuk kontraktor cost. US$150K tentunya cukup untuk beli 1 unit laser scanner 2nd + biaya2 lainya untuk menyelesaikan pekerjaan tsb.

    • Betul sekali kang Yan,
      Seperti yang saya tuliskan dalam awal artikel ini, jasa laser scanning sekarang ini baru populer di kalangan industri kilang migas(setidaknya di Indonesia), dan biaya proyeknya menjadi sangat tinggi, oleh karenanya tentu akan sangat cepat mencapai ROI. Tetapi saya kira hal itu pula yang membuat perkembangan jasa laser scanning ini menjadi lambat, karena ada kecenderungan untuk perhitungan rate jasa laser scanning di industri lain (non migas), masih mengacu pada rate-nya jasa service industri migas.

      BTW, ada kabar baik (buat kami sebagai pelaku industri Laser scanning), bahwa cost untuk jasa laser scanning di industri migas dalam beberapa waktu ke depan akan ada kecenderungan menurun, US$200K untuk satu FPSO sudah terlalu tinggi. Kalau ini benar terjadi, merupakan berita baik buat kami, kerjaan jadi banyak hee…

      Kang Yan kerja di mana (kalau lihat IP-nya jauh sekali dari rumah saya)? Nyambung sekali elmunya…🙂 Salam kenal

  10. Pak, boleh nanya nih,… gimana cara generate point clouds menjadi object solid di autocad… setau saya, point clouds walaupun membentuk object, banyak juga titik tak beraturan, sehingga cukup sulit juga membentuk 3d objectnya kalau dilakukan secara manual… atau apakah di autocad otomatis generate 3d solid nya? sehingga bisa otomatis menjadi 3d solid…

    terima kasih banyak sebelumnya, pak…

    • Batul pak, Kalau men-generate pointcloud menjadi object solid (atau surface) secara manual pada AutoCAD memang sangat tidak efisien, sangat sulit dan akan makan waktu lama. Untuk pengguna (atau yang sudah punya) software Cyclone -yaitu software pengolah pointcloud bawaan alat lser scanner merk Leica- ada plugin khusus yang bernama cloudworx, yang bisa dipasangkan di AutoCAD sehingga kita bisa mengolah pointcloud, antara lain men-generate pointcloud ke bentuk solid primitif seperti silinder, patch, dll. Memang kemampuannya mengolah data masih sangat jauh dibandingkan kita menggunakan cyclone, tapi lumayan lah. Hanya saja berarti pada PC kita harus terlebih dahulu di instal software cyclone, dan selama bekerja, AutoCAD nya harus selalu terhubung dengan Cyclone.
      Untuk yang tidak memiliki cyclone, ada software CloudCUBE, juga plugin untuk AutoCAD, tetapi tidak memerlukan software lain, cukup mengimport pointcloud ke dalam AutoCAD dan langsung mengolahnya dengan menu-menu khusus CloudCUBE. Tapi saya belum pernah pakai, jadi maap belum bisa sharing🙂. Katanya software ini menyediakan trial version gratis untuk satu bulan, lumayan buat ngotak-ngatik..
      Solidwork juga bisa mengimport pointcloud secara langsung (seperti pada AutoCAD 2011/2012), tapi juga tidak ada menu khusus untuk men-generate point tersebut manjadi obyek solid, jadi hanya sebagai guidance saja.

      Semoga membantu🙂

  11. Numpang iklan yah Bapak2 sekalian.
    Saya Ferry dari PT.Trimitra Wisesa Abadi, kami bergerak di bidang jasa dan distribusi untuk Rapid Prototyping, yang dimana produk kami adalah:
    Creaform 3D Scanner dan juga OBJET 3D printer.
    mungkin kalau memang butuh informasi lebih lanjut, bisa contact saya di 0817-6553411. Jadi buat sekedar dateng ke kantor kami buat liat alatnya n cara kerjanya boleh kok, sekalian bagi-bagi wawasan untuk Bangsa n negara kita supaya lebih bisa berkompetisi dengan dunia internasional.
    Thanks yah buat pemilik blognya.

  12. pak yogi salam kenal. saya tertarik dengan scaner3d untuk usaha dan pembelajaran pada murid2 saya. bisakah saya tahu cp yg jual scaner ini
    mungkin bisa untuk usaha jasa penyekenan karena di indonesia masih minim yg punya. trim

    • Salam kenal juga pak, saya teruskan kepada pembaca yang lain, mungkin nanti saya share suplier yang saya tahu lewat email

  13. pak..saya mau tanya..
    apa bedanya 3d laser scanner dengan geometric optical measurement?

    • Maap baru reply, lama ngga buka blog. Setau saya Optical measurement itu adalah alat ukur dengan menggunakan fasilitas digitizing camera, di mana proses pengukuran dilakukan dengan membuat foto dari suatu obyek (foto 2 dimensi biasa), dan kemudian komputer (dengan program khusus) akan mengukur obyek melalui image digital tadi secara otomatis. Kelebihannya adalah akurasi pengukuran tinggi, bisa mengukur obyek yang sangat kecil, dan metoda pengukurannya dilakukan tanpa menyentuh obyek (hal ini menghilangkan limitasi obyek yang akan diukur). Alat ukur ini masih sodaraan dengan CMM yaitu Coordinate Measuring Machine, di mana pengukuran dilakukan dengan bantuan mesin dan komputer (kalau alat ukur konvensional kan masih berupa meteran, jangka sorong, gauge, dll), hanya saja pada CMM proses pengukuran masih harus menyentuh obyek, dengan probe khusus yang kita gerakakan dengan bantuan joystick (kayak game).
      Kalau 3d Laser Scanning adalah alat yang semupurna untuk proses reverse engineering, kalau engineering biasa kan dari gambar menjadi obyek 3d, dengan 3d laser scanning kita bisa membalikkan proses tadi: dari obyek 3d menjadi gambar 3d. Bisakah alat ini menjadi alat ukur? Tentu saja bisa, kalau obyek tadi sudah di-duplikasi menjadi digital, apa pun bisa kita lakukan terhadapnya. Mudah-mudahan menjawab pertanyaannya (maap kalau rada pabeulit)

  14. Salam kenal untuk semua..dan mohon ijin kepada Pak Yogi untuk numpang ngisi di blognya..saya Tanto Setiawan, sales di PT Almega Geosystems yang juga merupakan Sole Agent di Indonesia untuk alat 3D Laser Scanner dengan merk LEICA dan RIEGL.

    saya sangat senang melihat begitu banyak ketertarikan para blogger mengenai alat ini. Mengingat begitu banyaknya disiplin ilmu yg menurut saya bisa diakomodasi oleh alat ini, saya mohon ijin untuk bisa ikut bertukar pikiran dan sharing di blog ini.
    Dan jika dari rekan-rekan sekalian ada yang berminat untuk membeli alat ini bisa menghubungi saya. Terima kasih..

    Salam Hangat,

    Tanto Setiawan
    Mining, Oil&Gas – LEICA Div.
    PT ALMEGA GEOSYSTEMS
    Sole Agent & Service Center of LEICA GEOSYSTEMS (Swiss)
    P. +6221-45841415 ext. 309
    F. +6221-45854415
    H. +62.817.4129514
    H. +62.813.69747405
    Email: tanto@almega.co.id
    tantonemsys@yahoo.com

  15. pak yogi, saya tertarik untuk belajar laser scanner.. apakah bapak mempunyai manual book untuk penggunaan laser scanner. terima kasih sebelumnya pak

  16. Silahkan berkunjung ke http://www.exploraprima.com, mereka fokus di bidang Dimensional Control dan Laser Scan

  17. Salam kenal bung Yogi.

    Saya mohon sarannya, dimana tempat scan 3d yg dg harga relatif terjangkau?
    BIsa di Jakarta atau Bandung boleh.

    Saya ingin mengscan Engine Bay mobil dan part seperti Turbo,
    agar penempatan, piping, bracket dll bisa optimal

    Terimakasih atas perhatiannya,
    salam hormat

    Herbrata Moeljo

  18. Salam kenal pak yogi,,,
    pak mau nanya, bagaimanakah caranya mendapatkan hasil scan yang lebih bagus, apakah memang diperlukan banyak titik yang harus ditempel?
    terima kasih,,,,,,

    • Salam kenal juga mas Arif,

      Definisi hasil scan yang bagus adalah di mana pemindaiannya melingkupi seluruh obyek, tanpa ada yang terlewati (tidak ada obyek yang hilang) dan dengan jumlah/kerapatan point cloud yang cukup pada setiap obyeknya. Secara sederhana memang dengan lebih banyak titik berdiri scanner, akan di dapat jumlah point cloud yang lebih banyak, dan lingkupan terhadap obyek-obyeknya pun bisa diharapkan akan lebih lengkap, tetapi juga harus di pikirkan faktor efisiensi, artinya yang paling baik adalah kita harus merencanakan melakukan scanning dengan sesedikit mungkin titik berdiri, tetapi dengan hasil cakupan yang selengkap mungkin. Semakin banyak titik berdiri tanpa perhitungan yang bagus, hanya akan menambah jumlah pointcloud pada area/obyek yang sama (berulang), dan semakin banyak pointcloud akan sangat membebani kinerja komputer ketika melakukan proses pemodelan.
      Semoga membantu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories