Posted by: sujanayogi | 16 December 2009

Belajar rendering menggunakan NavisWork Simulate (2)

Masih belajar rendering NavisWork Simulate.

Model di bawah mengambil tema Hover Craft. Konsep bentuknya nyuri dari suatu tempat (ngambil dari internet, lupa dari site mana) dengan perubahan yang didasarkan pada keterbatasan kemampuan pribadi dalam permodelan 3d AutoCAD🙂 .

Konsep Hover Craft

Modeling masih dilakukan di AutoCAD (penasaran bisa sampai sejauh mana AutoCAD bikin model 3d  :). Banyak di antara part-nya yang menggunakan menu LOFT, yang mana fasilitas ini baru muncul di AutoCAD 2008 (atau 2007? maaf kalau salah :)), padahal menu ini menjadi andalan untuk 3dmodel dengan bentuk transisi (mestinya dari dulu AutoCAD ngeluarin ini menu). Apaan tuh bentuk transisi? Contohnya suatu benda extrusion (dalam AutoCAD bisa menggunakan menu ‘EXTRUDE’) di mana bentuk geometri bawah berbeda dengan bentuk geometri atas. Dengan menu EXTRUDE biasa, kita cuma bisa membentuk obyek 3d dengan geometri yang sama antara bawah dan atas, paling banter dengan menambahkan kemiringan (taper), namun dengan perintah LOFT kita bisa mendapatkan obyek extrusi dengan geometri bawah berbentuk segi empat dan geomteri atas berbentuk lingkaran misalnya, dengan kontur perubahan yang smooth (perubahan kontur ini yang disebut dengan bentuk transisi) sepanjang jalur extrusi.

Untuk urusan 3d modeling AutoCAD memang kalah start dengan kolega2nya yang mengkhususkan diri di bidang 3d modeling, seperti Solidworks, UG, ProE dan lain-lain. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali🙂. Menu LOFT dalam model ini di aplikasikan pada bodi utama, blade (sudu) propeller, dan penutup cockpit.

Kelemahan mendasar dari AutoCAD  adalah proses editing yang masih tunduk pada hirarki perintah. Kalau kita mau membatalkan perintah sebelumnya, maka menu undo harus bergerak mundur mulai dari perintah paling terakhir ke belakang, tidak bisa loncat ke perintah ke lima sebelum perintah terakhir misalnya.

Contoh : kita memiliki obyek balok (box), kemudian kita menambahkan fillet (radius) pada kesemua rusuknya, setelah itu kita membuat lubang pada salah satu sisi balok, tetapi kemudian kita memutuskan untuk menghilangkan fillet pada rusuk yang tadi kita buat, maka jalan tercepat adalah melakukan proses undo 2 kali, yang berarti juga menghilangkan lubang yang merupakan proses terakhir kita.  Sangat menjengkelkan. Di pihak lain, software 3d CAD yang lain banyak yang (dari dulu) sudah memiliki fasilitas untuk menghilangkan fillet tersebut tanpa menghilangkan lubang yang terakhir kita buat, artinya proses pembatalan perintah bisa dilakukan pada proses yang mana saja tanpa harus tunduk pada susunan hirarki perintah.

Aplikasi material dan pencahayaan masih menggunakan fasilitas2 yang sama, tidak ada terobosan baru. Ada yang lupa di tambahkan pada artikel pertama, dalam NavisWork Simulate kita bisa membuat video animasi pasif dari obyek yang telah kita buat. Pasif di sini artinya obyeknya diam ditempat, kita seolah-olah seorang juru kamera yang bergerak merekam obyek.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories